RASULLULAH SAW DAN SOSOK GURU
Pengembangan pendidikan dirintiis oleh Rasulullah sejak awal kenabiannya. Pendidikan semakin krusial dalam menyiarkan ajaran islam. Terutama setelah perang Badar, para tawanan pasukan Quraish dari Mekkah yang peradabannya lebih maju, dibebaskan dengan syarat mengajarkan tulis menulis bagi penduduk madinah. Ketika itu Rasulullah menjadi guru paling pertama dalam system yang dirintisnya. Beliau selalu duduk di mesjid, dikelilingi para halaqa dan pendengarnya, mereka akan menyetir ulang ayat al Qur’an tiga kali sampai hapal.
Rasulullah mengirim para guru islam kepada suku-suku Arab. Langkah ini dilanjutkan khalifah Umar bin Khattab di tahun 638 M. sebuah kelas khusus, ahl al’ilm dibentuk untuk melahirkan orang-orang yang akan mnyebarkan syair islam keseluruh negeri arab.
Jumlah kuttabs (pelajar) dan mu’allams (guru) tumbuh pesat bersamaan dengan syair islam. Etika antara guru dan murid selalu berpedoman pada perinsip “mencari kehormatan, menolak kebatilan “. Nilai-nilai moralitas dan korektif mewarnai kultur pendidikan dari peradaban islam
(Sumber : Azzikra, No.31 Th. 3 Juni 2007)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar